Oleh: ipnw | Desember 14, 2009

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DGN OTITIS

Otitis media akut merupakan penyakit yang sering terjadi pada bayi dan anak-anak, lebih sering terjadi pada musim dingin dan terutama pada anak yang tinggal didaerah industri, infeksi telinga tengah disebabkan oleh mikroorganisme yaitu : stapilokokus, streptokokus, pneumokokus, dan hemopilus influenza.

A. PATOFISIOLOGI OMA.

Mukosa yang melapisi tuba Eustachius, telinga tengah dan sel mastoid mengalami peradangan akut. Mukopus berkumpul didalam telinga tengah. Tekanan dalam telinga tengah makin meningkat, gendang telinga meradang, menonjol dan kemudian pecah pada bagian tengah yang disebabkan oleh nekrotis, kemudian mukopus keluar ketelinga luar.

PENGOBATAN OMA :

Biasanya akan sembuh dengan pengobatan yang efektif dan telinga tengah kembali pada bentuk dan fungsi normal. Tetapi kadang-kadang peradangan berlangsung dan diikuti dengan komplikasi. Otitis media kronis merupakan peradangan pada liang telinga tengah, terjadi berulang-ulang dan dalam jangka waktu yang lama.

PATOFISIOLOGI OMK :

Ada celah / liang tengah yang pneumatisasinya terhalang. Diduga tuba eustachius tidak berhasil membuka secukupnya sehingga tekanan udara diruang kedua sisi gendang telinga tengah lebih rendah daripada udara telinga luar. Otitis media yang berulang akan menghancurkan pars tensa dan tulang pendengaran, luasnya kerusakan tergantung dari berat dan seringnya penyakit kambuh. Prosessus longus inkus menderita paling dini karena aliran darah kedaerah ini berkurang. Infeksi sekunder oleh bakteria dari liang telinga luar menyebabkan keluarnya cairan yang menetap.

OMA AKUT Ditandai oleh :

1. Infeksi oleh mikroorganisme.

2. Terasa penuh dalam telinga, sakit, hilang pendengaran.

OTITIS MEDIA KRONIS DITANDAI OLEH :

1. Peradangan kronis pada telinga tengah, otitis media berlanjut.

2. Tuli, kadang-kadang sakit, pusing.

3. Tekanan negatif ditelinga tengah.

4. Tersumbatnya Eustachius.

5. Udara keruang tengah terhambat.

PENGKAJIAN :

1. Riwayat kesehatan sekarang, kapan keluhan mulai berkembang, bagaimana terjadinya, apakah secara tiba-tiba atau berangsur-angsur, apa tindakan yang dilakukan untuk mengurangi keluhan, obat apa yang digunakan, adakah keluhan seperti pilek dan batuk.

2. Riwayat kesehatan masa lalu. Apakah ada kebiasaan berenang, apakah pernah menderita gangguan pendengaran (kapan, berapa lama, pengobatan apa yang dilakukan, bagaimana kebiasaan membersihkan telinga, keadaan lingkungan tenan, daerah industri, daerah polusi), apakah riwayat pada anggota keluarga.

3. Pemeliharaan fisik.

A. Inspeksi :

-keadaan umum.

-adakah cairan yang keluar dari telinga.

-bagaimana warna, bau, jumlah.

-apakah ada tanda-tanda radang.

B. Pemeriksaan Diagnostik :

-Melakukan uji reaksi penderita untuk mengukur dan menentukan lokasi ketulian. -Melakukan uji reaksi penderita terhadap suara percakapan dengan : uji weber, rinne test, pem. Audiogram, pem radiologi.

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN :

Berdasarkan pada pengkajian data dan analisa data dapat ditegakan beberapa diagnosa keperawatan baik aktual maupun potensial yang meliputi :

1). Gangguan rasa nyaman sehubungan dengan sakit dan demam oleh karena proses

penyakit.

2). Perubahan persepsi terhadap rangsang sehubungan dengan hilangnya pendengaran. 3). Kurang pengetahuan tentang proses penyakit dan pelaksanaan perawatan di rumah. 4). Potensial terjadinya kecelakaan sehubungan dengan hilangnya pendengaran.

D. PERENCANAAN :

Diagnosa 1.

Tujuan :

-mengatasi rasa nyeri.

-mempertahankan suhu tubuh dalam batas normal.

Sasaran :

-pasien tidak mengeluh sakit.

-pasien dapat beristirahat dengan cukup.

-suhu tubuh dalam batas normal.

Tindakan :

-pasien istirahat ditempat tidur.

-memberikan obat-obatan seperti analgesik, anti piretik dan antibiotik sesuai dengan

program dokter.

-memberikan pengobatan lokal seperti tetes telinga.

-melakukan irigasi telinga untuk mengeluarkan kotoran dalam telinga.

Diagnosa 2 :

Tujuan :

Pasien dapat mengidentifikasi dan mengetahui faktor-faktor penyebab kelainan.

Sasaran :

Pasien dapat mengantisipasi rangsang dari luar dan dapat bekerjasama.

Tindakan :

-mengkaji ketajaman pendengaran.

-perlihatkan pada gambar yang menunjukan letak kelainan.

-berdiri didepan pasien agar dapat dilihat.

-berbicara perlahan dan jelas.

-menjelaskan seluruh prosedur dan rencana perawatan.

-menciptakan ketenangan lingkungan pada pasien dengan cara mengurangi aktivitas

dikamar pasien, menyediakan tempat tidur yang nyaman.

Sumber <a href=”http://perawatemergensi.blogspot.com/2009/08/asuhan-keperawatan-pasien-dgn-otitis_23.html/”target=”_new”>Noor Rosyid</a>


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: